Wednesday, August 29, 2007

Berantem ama Pilek

Ceritanya ayah baru aja pulang dari Sorong. Kamis malem, 23 Agustus 2007. Tapi ayah nggak njemput Dissya langsung. Selama ayah di Sorong, Dissya ama Ibu di rumah Nenek Karanggayam. Ibu sendiri langsung nemenin ayah di rumah, sementara Dissya tetep tinggal di Karanggayam. Besoknya, Jumat malem, Dissya dijemput ayah.

Sejak sebelum ayah ke Sorong, sebenernya Dissya udah mulai pilek-pilek gitu. Makanya jadual imunisasi harus ditunda. Ternyata sampe ayah pulang dari Sorong, Dissya masih juga sakit. Walau sakitnya nggak terlalu parah, tapi cukup merepotkan.

Sabtu sore, Dissya berkunjung ke rumah Nenek Menganti. Di sana ketemu adek Lia yang ternyata juga sedang sakit. Sakitnya sakit panas. Ternyata sedang musim sakit ya. Minggu sorenya, Dissya pulang lagi ke rumah.

Pilek yang Dissya derita, ternyata belum juga hilang. Malahan hari Senin-nya, kondisi sakit Dissya agak memburuk. Ayah dan Ibu sampe kerepotan gantian menangani Dissya. Siangnya Ibu dibikin nggak bisa tidur karena rewel terus, sementara Ayah harus kerja. Sementara malemnya Ayah dibikin nggak bisa tidur nemenin Dissya, karena Ibu harus kerja yang kebetulan sedang shift malem.

Untunglah memasuki hari Rabu, kondisi Dissya sudah mulai pulih. Alhamdulillah. Tapi, tetep aja rencana imunisasi masih harus ditunda, nunggu Dissya benar-benar sembuh.

Saturday, August 25, 2007

Saturday, July 21, 2007

Imunisasi DPT

Kamis, 19 Juli 2007, untuk kali pertama Dissya imunisasi DPT. Sebelum imunisasi dilakukan terlebih dahulu Dissya diperiksa suhu tubuhnya, and nggak lupa ditimbang. Dissya ternyata udah 7.1kg. Wah agak keberatan dikit nih. Brarti Dissya harus mulai diet, hehehe ...

Sebenarnya imunisasi DPT yang pertama ini ada 2 macem. Yang biasa atau yang premium. Disebut premium karena emang agak mahal.

Yang biasa, nggak perlu bayar, free. Pelaksanaannya bersamaan dengan imunisasi hepatitis B yang kedua. Biasanya setelah imunisasi ini, ada dampak suhu badan meningkat. Bagi kebanyakan orang tua sekarang sudah mulai meninggalkan pilihan ini. Mereka beranggapan, keluar uang agak banyak sedikit nggak papa, yang penting resiko dampak pada anak akibat imunisasi tidak sampai terlalu merepotkan.

Yang premium, harus beli obatnya. Namanya infanrix. Harganya 200 ribu-an. Untuk menggunakan imunisasi jenis ini, terlebih dahulu harus mendapatkan rekomendasi dahulu dari dokter.

Nah, ayah Dissya lebih memilih yang premium itu. Dan ternyata, hingga hari ini Dissya sehat-sehat aja. Emang sih pada 1 harian kmaren, setelah imunisasi, Dissya agak nggak nyaman. Rasanya gimana gitu. Ayah ama ibu sampe sering ketawa-ketawa berdua ngeliatin Dissya yang lagi manyun.

Btw, slain imunisasi DPT, Dissya skalian ndapetin imunisasi Polio lagi. Brarti ini adalah imunisasi polio Dissya yang kedua. Imunisasi polio caranya adalah dengan diteteskan 2-3 tetes melalui mulut. Abis imunisasi ini, Dissya nggak boleh minum apa-apa selama lebih kurang 15 menit.

Friday, July 6, 2007

Dissya In Action

Saturday, June 30, 2007

15 Hari Jauh Dari Ayah

Sejak Dissya lahir, baru kali ini ayah pergi kerja sampe 15 hari alias setengah bulan. Ayah, kapan pulang ? Dissya kangen nih ....

Tuesday, June 26, 2007

udah 3 bulan

Tanggal 23 Juni, Dissya udah genap 3 bulan. Udah lumayan gedhe. Udah 6.5 kg. Udah tambah pinter. Udah macem2 deh pokoknya.



Senyum Dissya manis banget kan ...
Padahal rambutnya masih blum tumbuh banyak, setelah digundulin ama ibu. Maksudnya sih biar bisa bagus tumbuhnya.


Tuh kan udah panjang kakinya Dissya.

Friday, June 1, 2007

Dari Icha Menjadi Dissya

Selama ini orang-orang pada manggil Icha ke aku. Gimana nggak, lha wong yang memproklamirkan ya Ayah dan Ibu sendiri. Tapi dengan banyaknya kejadian yang membuat ayah dan ibu menemukan anak lain yang dipanggil sama, Icha, maka setelah itu ayah memastikan akan memanggil Dissya ke aku. Bukan Icha lagi.

Kamis, 31 Mei 2007, jam 9.00, ayah dan ibu resmi manggil aku Dissya. Gitu aja kadang-kadang ibu masih sering keliru manggil. Begitu juga dengan Nenek Karanggayam. Walau sudah dikasih tau, tapi masih sering keliru manggil.

Tapi ayah dan ibu nggak mau nyerah, jadi akhirnya sekarang mereka sudah kompak nggak salah lagi manggil aku. Dissya .....